Rabu, 05 Oktober 2016

sosiologi hukum part 4



Bu Zulfa memberikan tugas per kelompok untuk mengadakan kuliah lapangan, untuk mengamati lembaga yang menyediakan layanan untuk masyarakat. Saya dan kelompok saya mekakukan pengamatan disalah satu puskemas yang ada di kabupaten Tulungagung pada tanggal 4 Oktober 2016, sudah diketahui bahwa puskemas adalah layanan masyarkat yang melayani tentang kesehatan masyarakat.
Disini saya akan mengklassifikasikan hasil dari pengamatan saya berdasarkan klasifikasi yang sudah di tentukan di blog Bu zulfa.
Di puskemas yang saya kunjungi saya menemukan orang-orang yang berobat disana adalah kalngan menengah ke bawah, karena yang berobat di sana mayoritas menggunakan baju rumahan, penampilan mereka biasa (tidak menggunakan perhiasan-perhiasan yang berlebihan), dan mereka mengendarai kendaraan roda 2. Disana juga jarang pasien yang menggunakan gadget, mereka lebih berkomunikasi dengan pasien lain pada saat antri dan bukan malah asik main gadget sendiri.

Pelayanan yang diberikan disana termasuk baik,  petugas dengan sabar menanyai apa keluhan atau apa yang dibutuhkan untuk para pengunjung puskesmas, para petugasnya ramah, dan tersenyum ketika melayani pengunjung, bahkan dengan kelompok kami yang bukan asli orang daerah puskesmas itu para petugas pun dengan ramah menanyai apa yang kita butuhkan. Pelayanan tidak membeda-bedakan dari mana asal kita berad.

Karena kedatangan kelompok kami ke puskesmas itu sudah lumayan siang , kami tidak sempat menanyai atau wawancara dengan pasien karena para pasien sudah keburu pulang dan kami sedang mengobrol minta ijin dengan pihak puskesmas untuk melakukan pengamatan, tapi dalam proses ijin kita itu kita sempat melihat,mendengar dan mengamati bagaimana para petugas melayani para pengunjung puskesmas, dan pelayanan mereka ramah kepada para pengunjung puskesmas.

Untuk diskriminasi pengunjung tidak ada, karena para pengunjung ketika datang langsung mengantri di ruang antri dengan tertib. Ketika kami mengunjungi puskesmas itu tidak ada yang ditolak ketika mau berobat, semua pengunjung dilayani semua.

Begitulah cerita saya tentang layanan soisal yang saya amati, dan selain di puskesmas , kelompok saya juga melakukan pengamatan di beberapa lembaga sosial yang lain , untuk lembaga sosial yang lain yang diamati oleh kelompok kami yang akan saya jelaskan di bawah ini :

Lembaga sosial yang diamati oleh anggota kelompok saya Zella Oktian Fitri :
Zella dibantu dengan anggota kelompok kami lainnya mengamati di Stasiun Kereta Api Tulungagung, disana sebelum kami mengamati, kami meminta izin dulu kepada pihak stasiun, pihak stasiun mempertemukan kami dengan Bpk Titong yang menjabat sebagai kepala pengamanan. Ternyata nama lembaga stasiun kereta api adalah  PT Kereta Api Indonesi Persero,disini melayani angkutan penumpang dan angkutan barang dengan menggunakan model angukutan transportasi kereta.

Visinya, penyedia jasa layanan perkerata api an terbaik, yang fokus kepada pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan step holders. Misinya, menyelenggarakan bisnis perkereta apian dan bisnis wisata , melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi step holders dan pelestarian lingkungan berdasarkan empat pilar utama. Empat pilar utama itu adalah : keselamatan, ketepatan waktu, pelayanan dan kenyamanan. Motonya adalah: Anda Adalah Prioritas Kami.

Pengunjung disana dari yang menengah ke bawah sampai menengah keatas. Itu bisa kita lihat dari penampilan dan kendaraan yang di pakai sebelum masuk stasiun. Dikatakan kalangan menengah ke atas karena pada saat dia mau masuk stasiun diantar keluarganya dengan menggunakan mobil,  pakaian dan perhiasan yang digunakan juga menggambarkan bahwa mereka-mereka itu adalah kalangan menengah ke atas. Dikatakan kalangan menengah ke bawah karena kami melihat ada penumpang yang ke stasiun menggunakan becak, sepeda, dan sepeda motor.

Pelayanan di stasiun kereta api juga sangat ramah, tidak ada yang dibeda-bedakan. Karena saya sempat wawancara dengan salah satu pengunjung asal Jakarta , dia berkata bahwa pelayanan di stasiun sangat ramah. Dan pada saat saya mau tanya untuk bagaimana prosedur pengamatan disini, petugas disana juga dengan sabar dan ramah menjawabnya.

Disana juga tidak ada diskriminasi antara kalangan menengah kebawah dan kalangan mengah ke atas, contohnya saat pembelian tiket, semua diharapkan mengantri, tidak ada yang didahulukan.

Itu cerita pengamatan Zella dan anggota kelompok kami yang di stasiun, selanjutnya saya akan menceritakan pengamatan anggota kelompok saya Jimmy Fabian Sukma dibantu dengan semua anggota kelompok di salah satu SPBU di Tulungagung,  pengamatan kami lakukan tanggal 3 Oktober 2016. Di SPBU itu sebelum merekam aktivitas pelayanan yang ada disana, kami bertemu dengan kepala SPBU disana, kami meminta ijin dulu. Setelah di ijinkan, kami langsung melakukan pengamatan.

Di SPBU itu, disana pelayanan yang diberikan cukup memuaskan, walaupun kadang-kadang ketika melayani pengunjung tidak selalu tersenyum. Memuaskan disini kami lihat dari sisi, ketika mau melakukan pengisian, mereka selalu menyebutkan “nol ya” sambil menunjuk angka di mesin spbu, kadang penyebutannya itu juga tidak menggunakan bahasa Indonesia.

Ketika kami melakukan wawancara dengan pengunjung di SPBU , dia mengatakan bahwa dia puas dengan layanan yang diberikan oleh SPBU disini.

Pengunjung yang datang di SPBU ini dari yang kelas bawah-kelas atas, kelas bawah sampai menengah  kita lihat dari kendaraan  roda 2 yang sudah jelek  sampai kendaraan roda 2 yang bagus, dan yang menengah ke atas adalah, kendaraan roda 2 yang ber merk kelas atas sampai mobil-mobil mewah. Tidak ada pembedaan dalam melayani semua kelas-kelas yang saya sebutkan diatas, semua antri, dan tidak ada yang didahulukan.

Pengamatan selanjutnya dilakukan oleh salah satu anggota kelompok saya Arum Resti Novaidah di Kantor Pos Persero, pengamatan kami lakukan tanggal 3 Oktober 2016, kami melakukan wawancara kepada Customer Service Kantor Pos Persero yang bernamaBpk Alif. Di PT Pos Persero ini ada dua layanan yakni jasa pengiriman dan jasa keuangan. Setelah kami melakukan wawancara dengan bapak Alif kami mengamati pelayanan di PT Pos Persero Indonesia, kami melihat para pegawai yang melayani customer melayani dengan baik dan ramah tapi kadangkala para pegawai melayani pelanggan tanpa tersenyum.

Pada pengamatan yang kami lakukan di PT Pos Persero Indonesia, kami menemukan bahwa pengunjung atau customer yang datang atau menggunakan layanan di PT Pos Persero Indonesi adalah dari semua kalangan, baik kalangan menengah kebawah maupun kalangan menengah ke atas, kami menilai itu dari pakaian yang digunakan, yang menengah ke atas itu berpakaian rapi dan ada pelanggan yang mengenakan pin atau lambang Pegawai Negeri di bajunya, juga ada yang mengenakan perhiasan berlebihan, serta juga dapat dilihat dari kendaraan yang dipakainnya, kalangan menengah atas menggunakan kendaraan roda 2 yang bermerek mahal dan juga ada yang mengendarai mobil, yang kalangan menengah bawah menggunakan kendaraan roda 2 yang harganya standart serta ada juga yang menggunakan sepeda. Tapi pelayanan yang diberikan tidak membeda-bedakan antara yang kalangan menengah bawah dan menengah atas.

Pada saat melayani customer tidak ada yang didahulukan semua mengambil nomor antrian sesuai urutannya dan dilayani sesuai nomor antrian tersebut. Kami juga sempat mewawancarai salah satu pengguna jasa PT Pos Persero Indonesia, menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh PT Pos Persero Indonesia begitu memuaskan.

Demikian pengamatan yang di lakukan oleh kelompok kami di beberapa lembaga layanan masyarakat.

Nama kelompok : Betty Wulandari                (17101153052)
                              Arum Resti Novaidah       (17101153050)
                              Zella Oktiyan Fitriyani      (17101153025)
                              Jimmy Fabian Sukma        (17101153066)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar